Pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian banyak negara setelah melanda lebih dari satu tahun. Kekhawatiran akan jumlah pasien yang terus meningkat, membuat banyak pertandingan sebelum Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan. Olimpiade Tokyo seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, tetapi situasi tidak memungkinkan sehingga pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2021. Menjelang opening ceremony, panitia penyelenggara pasrah jika olimpiade harus batal pada menit terakhir karena banyak atlet dan official yang dinyatakan positif Covid-19. Namun akhirnya, ajang olahraga bergengsi ini tetap dapat dilaksanakan dengan baik hingga closing ceremony pada tanggal 8 Agustus 2021.
Sebanyak 205 negara turut berpartisipasi pada Olimpiade Tokyo 2020, tak terkecuali Indonesia. Kontingen Merah Putih terdiri dari 28 atlet yang tampil pada 8 cabang olahraga berbeda. Bulu tangkis menjadi cabang olahraga dengan perwakilan paling banyak, yakni 11 atlet dari 5 sektor, diikuti oleh angkat besi sebanyak 5 atlet, panahan 4 atlet, dayung, renang, atletik masing-masing 2 atlet, serta selancar dan menembak masing-masing 1 atlet.
Medali pertama Indonesia dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah dari cabang angkat besi putri kelas 49 kg. Windy berhasil meraih medali perunggu dengan total angkatan 194 kg. Selang sehari setelah kemenangan Windy, medali kedua Indonesia disumbangkan oleh Eko Yuli Irawan dari cabang angkat besi putra kelas 61 kg. Selama keikutsertaannya pada olimpiade, Eko Yuli tercatat sudah empat kali menyumbangkan medali bagi Indonesia dan Olimpiade Tokyo 2020 memperoleh medali perak. Eko Yuli berhasil dengan total angkatan 302 kg. Pada cabang olahraga yang sama, secara mengejutkan, Rahmat Erwin Abdullah yang tergabung di grup B sebagai non-unggulan pada angkat besi putra kelas 73 kg, mampu menyabet medali perunggu dengan total angkatan 342 kg. Biasanya, total angkatan atlet grup B tidak mampu melampaui total angkatan atlet grup A. Rahmat Erwin berhasil menempati peringkat pertama di grup B dan hanya berselisih 1 kg saja dengan atlet asal Albania, Briken Calja, dari grup A. Secara keseluruhan, Rahmat Erwin berada di peringkat ke tiga. Alhasil medali perunggu layak digenggam olehnya.
Pada cabang olahraga panahan, poin yang diperoleh Riau Ega dijumlahkan dengan poin Diananda Choirunisa sama dengan total poin Bangladesh. Sehingga Indonesia berada di peringkat 15 dan Bangladesh di peringkat 16. Kemudian di babak 16 besar, Indonesia melawan Amerika Serikat yang merupakan unggulan kedua. Penampilan menegangkan tim Indonesia mampu memberikan hasil menakjubkan dengan skor tipis 5-4. Sayangnya, tim Indonesia belum mampu menyumbangkan medali karena kalah oleh tim Turki.
Cabang olahraga bulu tangkis menjadi salah satu andalan Indonesia untuk memperbanyak torehan medali. Banyak hal tak terduga terjadi pada cabang bulu tangkis. Tunggal putra ranking 1 asal Jepang, Kento Momota, gagal melaju ke babak 16 besar. Sedangkan tunggal putra Guatemala, Kevin Cordon, berhasil menembus semi final. Namun, Kevin Cordon gagal menyumbangkan medali untuk Guatemala usai dikalahkan tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, pada perebutan medali perunggu. Dengan hasil ini, Indonesia berhasil menambah satu lagi perolehan medali perunggu. Hal tak terduga lainnya datang dari ganda putra pertama Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang harus terhenti di babak perempat final setelah takluk dari pasangan Malaysia. Kemudian, pasangan Malaysia ini juga mengalahkan ganda putra kedua Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada perebutan medali perunggu. Pupus sudah harapan Indonesia untuk menambah medali dari sektor ganda putra.
Langkah mengagumkan datang dari ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Bertanding dengan status non-unggulan tetapi keluar sebagai juara grup setelah mengalahkan pasangan ranking 1 asal Jepang, hingga mencapai final setelah menaklukkan pasangan Korea. Pada babak final, Greysia/Apri mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan fantastis 21-19 dan 21-15. Hal ini telah mengukir sejarah baru untuk bulu tangkis Indonesia selama keikutsertaannya di olimpiade dan meneruskan tradisi emas. Tangis haru seluruh rakyat dan lagu Indonesia Raya mengiring Sang Saka Merah Putih naik ke tiang tertinggi di Tokyo untuk kali pertama dan terakhir pada perhelatan ini. Dengan demikian, Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu hingga akhir Olimpiade Tokyo 2020.
Entah kebetulan atau tidak, jika skor kemenangan ganda putri Indonesia dijumlahkan, maka hasilnya sama dengan usia kemerdekaan Indonesia (21+19+21+15=76). Tentu, ini menjadi kado spesial untuk hari kemerdekaan Indonesia. Teruntuk para atlet yang belum meraih medali di olimpiade ini, tetap tegakkan kepalamu, pulanglah dengan segudang pengalaman untuk membawa Merah Putih berkibar di tiang tertinggi selanjutnya. Akhir kata, terima kasih kepada para pahlawan olahraga tak terkecuali seluruh pelatih dan official yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020. Sampai jumpa di Olimpiade Paris 2024.
Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 tahun.

